Sabtu, 23 Januari 2010

FUNGSI DAN SIFAT

FUNGSI DAN SIFAT
Shalat, secara harfiah, berarti do’a. Dalam konteks ini, yang dimaksud shalat adalah do’a yang disampaikan dengan tata-cara – syarat dan rukun -- yang khas dalam bentuk bacaan-bacaan dan gerakan-gerakan tertentu. Dalam bahasa agama, inilah yang disebut dengan ash-shalawat al-qa’imah (shalat-shalat yang didirikan), terdiri atas shalat wajib 5 waktu dan berbagai shalat sunnah. Kata “shalat” juga memiliki akar kata yang sama dengan dan memiliki hubungan makna dengan kata “shilah”, yang bermakna “hubungan”. (Contohnya, “shilah al-rahim” bermakna “silaturahmi” atau “hubungan kasih-sayang”). Dalam kaitannya dengan kata “shilah” ini, shalat bermakna medium hubungan manusia dengan Allah Swt. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa “Shalat adalah mi’raj-nya orang-orang beriman”. Dengan kata lain, sebagaimana Rasulullah bertemu dengan Allah Swt. Ketika ber-mi’raj, orang beriman (dapat) bertemu dengan-Nya melalui shalat.

Meski ada riwayat yang menyatakan bahwa Allah mewahyukan tentang shalat pada saat Rasulullah ber-mi’raj, banyak riwayat yang menunjukkan bahwa Rasul – bersama Sitti Khadijah dan Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib – telah melakukan shalat, bahkan sebelum beliau melakukan dakwah terang-terangan. Seorang peneliti Bibel – Thomas McElwain -- malah merasa yakin telah menemukan ayat-ayat dalam kitab suci orang-orang Nasrani ini petunjuk-petunjuk gerakan yang mirip dengan tata-cara shalat orang Muslim. Jadi, meski tak harus sepenuhnya sama, kemungkinan besar tata-cara shalat sudah dikenal sebelum datangnya Islam.

Al-Qur’an memberikan tempat utama kepada ibadah shalat ini. Demikian pula Rasulullah saw. Dalam al-Qur’an tersebut tak kurang dari 234 ayat mengenai shalat. Di antaranya, sebuah ayat yang mengisahkan orang-orang yang dijebloskan ke dalam Saqar – suatu lembah di Neraka Jahanam :

(Kepada mereka ditanyakan) :

“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar? (Mereka menjawab) “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat” (QS. 74 : 42-43)

Sementara itu, dengan tegas Rasulullah menyatakan :”Tak ada pembeda antara orang mukmin dan orang kafir kecuali shalat”. Di kesempatan lain disabdakannya pula : “Yang paling awal diperhitungkan dari seorang hamba di hari kiamat adalah shalat. Jika baik shalatnya, maka baiklah seluruh amalnya yang selebihnya. Jika buruk shalatnya, maka buruk pulalah seluruh amalnya yang selebihnya.”

Di dalam al-Qur’an shalat disebutkan dengan berbagai fungsi dan sifat.

Pertama, shalat adalah pencegah dari perbuatan buruk. “Sesungguhnya shalat (yang benar –HB) mencegah dari perbuatan keji dan mungkar” (QS. 29 : 45). Perbuatan keji adalah semua perkataan dan perbuatan yang buruk, sementara yang mungkar adalah apa saja yang ditolak oleh syari’at.

Kedua, shalat adalah sumber petunjuk. Rasulullah bersabda : “Shalat adalah sumber cahaya.” Barang siapa yang menjaganya, maka kelak di hari kiamat ia akan mendapatkan cahaya dan petunjuk. Dan barangsiapa yang tidak menjaganya, maka tiada cahaya atau petunjuk baginya.

Ketiga, shalat adalah sarana kita meminta pertolongan dari Allah Swt. “Mintalah pertolongan dengan sabar (dalam sebagian tafsir, sabar diartikan sebagi puasa) dan shalat. Sesungguhnya keduanya itu sulit kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ (QS. 2 : 45)

Keempat, shalat adalah pelipur jiwa. Allah Swt. berfirman : “…dirikanlah shalat untuk mengingatku” (20 : 13-14). “”Dan bukankah dengan mengingatku hati menjadi tenteram?” (QS. 13 : 28). Diriwayatkan bahwa setiap kali Rasul mengalami kesulitan beliau akan memerintahkan kepada Bilal : “Buatlah kami merasa tenteram dengannya wahai Bilal”. Maksud beliau, hendaklah Bilal mengumandangkan iqamat agar Rasul dan para sahabatnya dapat melakukan shalat setelah itu. Pada kesempatan lain beliau menyatakan : “Dijadikan bagiku shalat sebagai penyejuk jiwa.”

Kelima, psikologi mutakhir – yang biasa disebut sebagi psikologi positif - telah menunjukkan besarnya pengaruh ketenangan terhadap kreativitas. Tokohnya yang paling terkemuka adalah Mihaly Csiksenmihayi. Ahli psikologi ini memperkenalkan suatu keadaan dalam diri manusia yang disebutnya sebagi “flow”. Bukan saja “flow” adalah sumber kebahagian, ia sekaligus adalah sumber kreativitas. Shalat yang khusyuk menghasilkan kondisi “flow” dalam diri pelakunya. Dengan demikian, dapat diduga bahwa, selain mendatangkan kebahagian, shalat yang dilakukan secara teratur akan dapat melahirkan kreativitas.

Keenam, berdasar penemuan-penemuan mutaakhir yang menyatakan bahwa kesehatan tubuh dan penyakit sebenarnya berasal dari penyakit jiwa, dan bahwa banyak penyakit tubuh sesungguhnya dapat disembuhkan melalui ketenangan jiwa, maka shalat dapat dilihat sebagi sarana kesehatan tubuh juga. Dan, sehubangan dengan ini, telah banyak dilakukan penelitian untuk melihat manfaat mengerjakan shalat secara teratur bagi kesehatan tubuh.

Dapat disimpulkan dari berbagai manfaat shalat tersebut di atas bahwa sesungguhnya shalat – disamping fungsi-utamanya sebagai sarana beribadah kepada-Nya, mengembangkan keimanan kepada suatu Zat Maha Kuasa dan Maha Penyayang yang kepadanya kita dapat mempertautkan kecintaan dan keimanan, serta memperhalus akhlak -- adalah fasilitas yang dianugerahkan-Nya kepada kita untuk meningkatkan kualitas hidup kita sehari-hari. Banyak orang bersusah-payah mencari jalan dalam mencapai hal ini dengan mengembangkan berbagai bentuk meditasi transendental, hipnosis, mencari konsultasi psikologis dan medis, bahkan lari kepada obat-obat penenang atau, kalau tidak, mesti hidup dalam kebingungan serta tekanan stress dan depresi, sementara sebagai Muslim kita telah diajari teknik-teknik yang fool proof yang datang dari Dia Yang Maha tahu? Masihkah, setelah ini, kita akan menyia-nyiakannya dengan tidak menjalankannya?
Dari penjelasan di atas dapatlah disimpulkan bahwa shalat berfungsi :
- mencegah perbuatan keji dan mungkar
- penanaman disiplin waktu
- tiap gerakannya memiliki efek khusus untuk tubuh
- salah satu sarana ampuh untuk sosialisasi
- sebagai pemersatu muslim dari seluruh bangsa
- Sebagai sarana dakwah, khusus seperti shalat Jum'at, Idul Adha, Idul Fitri
- ketika wudhu diajarkan untuk selalu menjaga kebersihan
- Pemersatu umat islam [Sholat berjama'ah]
- Sarana silaturahmi umat islam
- Sarana pengobatan jasmani & ruhani.
- Sarana komunikasi dengan Allah SWT.
- Sarana memperoleh ketenangan & kedamaian dalam hidup.
- Dan lain-lain yang tidak sempat dimasukkan di sini.
NB: Agar shalat kita berfungsi seperti di atas tentunya terlebih dahulu kita harus memahami ilmu shalat dari mulai tatacara shalat, gerakan shalat, syarat, rukun, sunat, makruh,batal dan fadhilah shalat. Sungguh suatu hal yang mustahil sesuatu dapat kita raih bila dalam pelaksanaannya saja kita masih belum sesuai dengan apa yang seharusnya (tidak dengan ilmunya).
Untuk membantu Saudara/i Muslim yang ingin belajar seputar Shalat . Admin menerima konsultasi seputar Shalat, dengan syarat benar-benar ingin belajar. Admin tidak melayani yang sifatnya mencoba atau menguji. Untuk Konsultasi Silahkan Hubungi : 085223022753(SMS only)

0 komentar:

Poskan Komentar